Indonesia, sebagai negara dengan populasi besar dan potensi ekonomi yang signifikan, sayangnya tidak luput dari permasalahan serius yang menggerogoti stabilitas dan kemajuan bangsa: keberadaan kelompok kriminal terorganisasi dan mafia. Fenomena ini bukan lagi sekadar isu pinggiran, melainkan telah menjelma menjadi ancaman nyata yang merongrong berbagai aspek kehidupan, terutama sendi-sendi perekonomian negara. Dari jalanan perkotaan hingga ke pelosok negeri, jaringan kejahatan ini beroperasi dengan berbagai modus, menebar ketakutan dan kerugian material yang tidak sedikit.
Kelompok-kelompok ini, yang seringkali disebut dengan istilah premanisme, mafia, atau organisasi kriminal, memiliki struktur yang terorganisir rapi dan hierarki yang jelas. Mereka tidak hanya terlibat dalam tindak kekerasan dan pemerasan di tingkat lokal, tetapi juga merambah ke bisnis-bisnis ilegal yang lebih menguntungkan, seperti narkotika, perjudian, perdagangan manusia, hingga korupsi dan pencucian uang dalam skala besar. Kekuatan mereka yang mengakar seringkali membuat aparat penegak hukum kesulitan untuk memberantasnya secara tuntas.
Dampak keberadaan kelompok kriminal terorganisasi terhadap perekonomian Indonesia sangatlah signifikan dan merugikan. Salah satu dampak yang paling terasa adalah terhambatnya investasi dan pertumbuhan bisnis yang sehat. Para investor, baik domestik maupun asing, akan berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya di wilayah yang dikenal rawan dengan aktivitas kriminal.
Ancaman pemerasan, pungutan liar, dan ketidakpastian hukum yang disebabkan oleh ulah kelompok-kelompok ini menciptakan iklim investasi yang tidak kondusif.
Selain itu, kelompok kriminal juga seringkali terlibat dalam praktik persaingan tidak sehat, seperti monopoli ilegal dan praktik kartel. Mereka menggunakan kekerasan dan intimidasi untuk menyingkirkan pesaing bisnis yang sah, sehingga menciptakan distorsi pasar dan menghambat perkembangan usaha kecil dan menengah (UKM). Akibatnya, inovasi dan kreativitas dalam dunia usaha menjadi terhambat, dan potensi pertumbuhan ekonomi yang seharusnya bisa dicapai menjadi terbuang sia-sia.
Lebih jauh lagi, aktivitas ilegal yang dilakukan oleh kelompok kriminal, seperti perdagangan narkotika dan perjudian, menghasilkan aliran uang haram yang sangat besar. Uang ini kemudian seringkali dicuci dan diinvestasikan kembali ke dalam bisnis-bisnis legal, sehingga semakin memperkuat cengkeraman mereka dalam perekonomian. Proses pencucian uang ini juga dapat merusak integritas sistem keuangan negara dan mempersulit upaya pemerintah dalam memberantas korupsi.
Korupsi, yang seringkali menjadi bagian tak terpisahkan dari operasi kelompok kriminal terorganisasi, merupakan masalah serius lainnya yang menghambat pembangunan ekonomi Indonesia. Kolusi antara oknum aparat pemerintah dengan kelompok kriminal memungkinkan mereka untuk melanggengkan aktivitas ilegalnya dan menghindari jeratan hukum. Praktik korupsi ini tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah dan penegak hukum.
Merespons ancaman serius ini, Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini menegaskan komitmennya yang kuat untuk memberantas korupsi dan tidak takut menghadapi mafia manapun. Pernyataan tegas ini disampaikan saat peluncuran mekanisme baru penyaluran tunjangan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah secara langsung ke rekening penerima, pada Kamis, 13 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan dengan lantang bahwa ia tidak akan mundur menghadapi para koruptor dan mafia, bahkan siap mempertaruhkan nyawanya demi bangsa dan rakyat Indonesia.
"Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor. Saya tidak akan mundur menghadapi koruptor," tegas Presiden Prabowo. "Saya tidak takut mafia manapun, saya tidak takut. Apalagi ada Kapolri sama Panglima TNI. Masa kita takut, apalagi ada guru-guru akan membantu saya," lanjutnya dengan penuh semangat.
Pernyataan ini tentu memberikan angin segar dan harapan baru bagi upaya pemberantasan kelompok kriminal terorganisasi dan mafia di Indonesia. Dukungan penuh dari kepala negara, serta sinergi antara aparat kepolisian, TNI, dan dukungan dari masyarakat, termasuk para guru yang disebut oleh Presiden, menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan yang tidak ringan ini.
Namun, memberantas kelompok kriminal terorganisasi bukanlah pekerjaan yang mudah dan membutuhkan upaya yang berkelanjutan serta strategi yang komprehensif. Penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu harus terus dilakukan, dengan menjangkau tidak hanya para pelaku lapangan, tetapi juga aktor-aktor intelektual dan para pemodal di balik layar. Selain itu, upaya pencegahan juga harus ditingkatkan, melalui pendidikan masyarakat tentang bahaya kriminalitas, penguatan institusi pemerintah, dan pemberantasan praktik korupsi yang menjadi lahan subur bagi perkembangan kelompok kriminal.
Peran serta masyarakat juga sangat penting dalam memberantas kelompok kriminal terorganisasi. Masyarakat diharapkan tidak takut untuk melaporkan praktik-praktik kriminal yang mereka saksikan dan berani untuk menolak segala bentuk intimidasi dan pemerasan. Dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat akan memberikan kekuatan tambahan bagi aparat penegak hukum dalam memberantas kejahatan.
Pada akhirnya, keberhasilan dalam memberantas kelompok kriminal terorganisasi dan mafia akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Iklim investasi akan menjadi lebih kondusif, persaingan usaha akan menjadi lebih sehat, dan potensi pertumbuhan ekonomi akan dapat dimaksimalkan. Selain itu, rasa aman dan keadilan di masyarakat juga akan meningkat, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi seluruh warga negara.
Komitmen kuat dari Presiden Prabowo Subianto, didukung oleh aparat penegak hukum dan partisipasi aktif masyarakat, memberikan harapan bahwa Indonesia dapat terbebas dari cengkeraman kelompok kriminal terorganisasi dan mafia. Dengan kerja keras dan sinergi yang berkelanjutan, Indonesia dapat membangun perekonomian yang lebih kuat, adil, dan sejahtera bagi seluruh rakyatnya.
0 Comments