breaking

&Sabu

&Sabu

&Networks

&Networks

&Criminality

&Criminality

Ngamar, Ngerampok, Membunuh: PSK dan Kriminalitas

Share This

Selasa, 12 Juni 2007

TUBUHNYA terbujur kaku. Wajahnya lebam membiru. Ada bekas luka jeratan di lehernya. Begitulah kondisi jenazah Rohana (38) saat disemayamkan di kamar mayat, RS Otorita Batam (RSOB), Senin (11/5) siang.
Perempuan yang disinyalir sebagai wanita penghibur ini ditemukan di sebuah penginapan Pelita. Guna mengetahui penyebab kematian wanita berpostur 150 cm, polisi mengirimnya ke RSOB untuk dilakukan visum.

Sebelum visum dilakukan, terlihat seorang pria berbadan tinggi kekar. Pria ini mengaku sebagi suaminya. Syaiful, begitulah ia menyebutkan nama. Hanya saja, ia enggan dimintai keterangan perihal kematian korban. "Terakhir kali ia meninggalkan rumah, malam minggu kemarin," ujarnya seraya berlalu. Sebelum pergi meninggalkan kamar mayat, pria tersebut dengan tegas mengatakan bahwa korban adalah istrinya.

Pukul 10.00 WIB, visum pun dilakukan oleh Dr Novita, dokter kesehatan dan identifikasi Poltabes Barelang. Haris, anggota identifikasi dan tiga petugas kamar mayat terlihat sibuk memperhatikan luka di sekujur tubuh korban.

"Diduga korban meninggal lantaran kekurangan oksigen," jelas Novita usai melakukan visum. Dalam istilah kedokteran, korban mengalami asphiksia. Hal ini akibat jeratan sejenis tali yang sengaja dijeratkan pada leher korban.

Dari pengamatan luka yang diderita korban, saat pembunuhan itu terjadi, korban berusaha melawan. Dan, saat itu korban sempat diseret. Hal ini terlihat dari luka di tangan dan lengan korban.

Selain itu, juga ada bekas pukulan benda tumpul di wajah perempuan berambut ikal itu. "Wajah, mata, dan dada korban terdapat bekas pukulan benda tumpul," imbuh Novi-begitu dokter itu disapa.
Belum ada tanda-tanda pembusukan pada tubuh korban. "Saat ditemukan, matinya belum melebihi 24 jam," jelas Novi. Saat ditemukan tewas, pakaian korban terlihat utuh. Kala itu, korban mengenakan baju kaos hijau dipadu celana 3/4 warna coklat.



Pergi Setelah Kencan 3 Jam


Sejak chek-in pukul 04.00, Ahad (10/6), tamu kamar 08 lantai II Pondok Mitra belum keluar. Padahal, sudah seharian penuh di dalam kamar. Makanya, sekitar pukul 18.25 WIB, Abdul Abdul Mu'in (42) memutuskan mengetok pintu kamarnya.

Menurut keterangan Mu'in, sore itu, ia bermaksud menanyakan kepada tamunya, apakah mau menyambung atau tidak pemakaian kamarnya. Setelah menaiki tangga yang letaknya paling belakang sebelum kamar mandi, pria kelahiran Pulau Kijang 12 Desember 1965 itu lalu melewati lorong selebar setengah meter lebih. Setelah tiba di depan pintu kamar deretan ke dua setelah tangga, Mu'in berdiri sejenak.

Ia sempat terdiam untuk memastikan apakah masih ada orang di dalamnya. Tapi ia tak mendengar apa-apa. Dia pun segera menggedor pintu kamar bernomor 08 itu. Namun tak ada jawaban dari dalam bilik berdinding triplek itu. Begitu Mu'in berusaha membuka, ternyata pintunya tak terkunci.

Ia lalu menghidupkan lampu. Saat itu dilihatnya sesosok wanita tengah terbaring miring ke kanan sambil memeluk bantal. ''Hoi... Hoi...'' teriak Mu'in membangunkan wanita itu. Tapi tamu itu tak kunjung bergerak. Tubuhnya tetap diam.

Curiga, Mu'in segera turun ke lantai dasar memanggil Muhammad Hafid, selaku pengawas kamar. Bersama sebagian warga dan penghuni lainnya, Mu'in balik lagi ke lantai atas menuju kamar nomor 08 itu. Lagi-lagi mereka berusaha membangunkan wanita itu. Tapi lago-lagi tetap diam.

Lantaran tak juga ada jawaban, Mu'in dan M Hafid memegang badan wanita itu. Rupanya tubuhnya sudah dingin. Sementara, di dalam kamar tidak ditemukan lagi pria pasangannya sewaktu bersama cek-in. Sepengetahuan petugas yang jaga di penginapan, lelaki misterius itu keluar sekitar pukul 07.00 WIB atau tiga jam selepas kencan di kamar bareng wanita naas itu.


Modusnya Sama, Perampokan Dua Pekan Lalu


Seorang wanita dibunuh di sebuah penginapan. Modus kasus ini mirip dengan kejadian sebelumnya, seorang tukang pijat. Diduga pelakunya sama seorang psikopat!

Pemeriksaan sementara polisi, wanita tewas itu bernama Tumiyem, berumur 30 tahun. Nama itu diperoleh dari pihak penginapan, saat chek in dinihari kemarin. "Tapi tak ada KTP-nya," terang Kapolsekta Lubukbaja AKP Teguh Wibowo SIK.

Keterangan lain juga diperoleh polisi dari rekan wanita itu, korban bernama Titin. Keterangan itu dipertegas dengan foto korban yang ditunjukkan polisi pada seorang temannya. Bahkan ada juga yang mengenalnya dengan nama Rohana. "Disinyalir korban, PSK yang biasa mangkal di belakang Morning Bakery," lanjut Teguh.

Dari hasil olah TKP, polisi meyikini wanita ini menjadi korban perampokan. Ada bekas jeratan tali kecil di leher korban dan sabetan di wajahnya. Dugaan sementara, pelakunya adalah pria yang sekamar dengan korban dini hari itu. "Dugaan kita, pelakunya teman kencanannya saat itu," jelas Kapolsek.

Sampai saat ini, polisi baru memeriksa baberapa saksi. Di antaranya, pemilik penginapan. Dan satu lagi seorang saksi yang melihat korban saat terakhir bersama pria yang diduga kuat kencan bersamanya malam itu. "Sementara untuk pengojek yang mengantarnya baru kita introgasi saja, belum diambil keterangan resmi," papar Teguh.

Ya, malam itu korban bertemu seorang pria. Mereka lalu terlihat pergi menumpang ojek. Nah, penginapan di kawasan Pelita yang menjadi tujuan mereka. Setelah itu, mereka chek in. Kejadian di dalam kamar penginapan itu belum ada yang mengetahui. "Belum kita ketahui barang-barnag apa saja milik korban yang hilang," jelas Teguh.

Modus dan alur yang sama juga pernah terjadi dua pekan silam, persisnya, Selasa (22/5) lalu. Yang menjadi korbanya seorang tukang urut, di Baloi Danau. Lokasinya, di dekat Happy Garden.
Peritiwa ini juga berawal dari depan Morning Bakery, dinihari. Sumi (52), nama korbannya. Ibu tua ini ditemukan tergeletak di jalan di Dekat Happy Garden, pagi. Lehernya dijerat tali rafia, uang Rp200 ribu, cincin emas, dan hapenya raib diembat si begundal jalanan itu.

Ada bekas jeratan di lehernya, biru dan bengkak. Untungnya korban tidak tewas. Ia ditemukan warga tak sadarkan diri di tepi jalan. Ceritanya, Sumi bertemu dengan si pelaku di dekat Morning Bakery, Jodoh. Sang pelaku dengan ciri-ciri tinggi kurus itu mendekatinya dan mengajaknya ngobrol. Cerita-punya cerita, si pelaku hendak mencari tukang urut. Nah, kebetulan sekali jadinya. Sumi memang tukang urut.

Akhirnya mereka memutuskan untuk pergi ke kontrakan Sumi di Ruli Baloi Danau. Di sanalah sang pelaku diurut oleh ibu tua itu. Singkatnya, ritual urut pun usai. Masalah pun mulai terlihat. Si pasien urut mengatakan tidak bawa uang. Ia mengeluarkan hape dan menjadikan hape itu sebagai bayaran. Sumi pun menerimanya.

Hingga saat ini pelaku perampokan yang juga nyaris menghabisi nyawa tukang urut itu belum juga tertangkap. Polisi masih terus memburunya.(sya/kau)

About media

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments: