Wednesday, February 08, 2006

Siapakah Tommy Winata?

. Wednesday, February 08, 2006

Sumber : kompas Senin, 22 April 2002
Banyak orang kenal nama, tapi tak kenal siapa sebenarnya sosok lelaki berumur 43 tahun bernama Tommy Winata ini? Benarkah taipan muda dan digdaya ini sukses berkait dukungan bisnis remang-remang: dari judi, obat bius, hingga penyelundupan? Benarkah ia merupakan salah satu 'Mr Big' dari "Gang of Nine?"- sekelompok orang yang menguasai bisnis remang-remang?

Tak mudah menjawab pertanyaan ini. Yang jelas, sebagai pengusaha, Tommy termasuk punya kisah sukses. Lelaki berumur 43 tahun kelahiran Pontianak ini termasuk ulet dan tekun, merangkak dari bawah. Meskipun, ia kerap dituding menyumbang bagian yang akut dalam krisis ekonomi dan politik di tanah air. Terutama dalam perselingkuhan bisnis dan kekuatan senjata yang bisa menghasilkan banyak uang secara mudah.

Ketekunannya memang membuahkan. Lewat Grup Artha Graha ("Rumah Uang"), Tommy Winata terbilang mumpuni. Dalam tempo 10 tahun, Tommy bisa mengembangkan imperium bisnisnya.

Pilar bisnisnya adalah properti dan keuangan. Di bawah payung PT Danayasa Arthatama, imperium bisnisnya menjadi jaring bisnis yang terdiri atas 16 perusahaan.
Bos Grup Artha Graha ini punya tiga kunci sukses: uang, kekuasaan dan militer. Perpaduan yang menghasilkan power apa saja dan menghasilkan apa saja.
Karena itu, soal kedekatan Tommy dengan kalangan militer, bukan rahasia lagi. Laporan yang disusun Data Consult mengindikasikan bahwa ekspansi bisnis grup ini memperoleh dukungan dana besar dari yayasan milik tentara-khususnya Yayasan Kartika Eka Paksi.

Dari kantornya yang megah di kawasan bisnis Sudirman itu, Tewe-demikian panggilan akrab taipan ini, dengan mudah bisa menghubungi hampir semua panglima kodam di seluruh Indonesia-antara lain karena aktivitasnya di Yayasan Kartika Eka Paksi milik Angkatan Darat.
Kedekatan Tommy dengan militer sudah terjadi sejak 1972, saat ia berusia 15 tahun. Mulanya,ia diperkenalkan oleh seorang seniornya kepada sebuah instansi militer di Singkawang, Kalimantan Barat. Di sana, Tommy membangun sebuah mess tentara dengan biaya Rp 60 juta.
Hubungan itu kemudian dibina. Selain mess, ia membangun barak, sekolah tentara, menyalurkan barang-barang ke markas tentara di Irian Jaya. Hingga akhirnya di era tahun 1970 -an, ia menjadi seorang kontraktor yang andal dan membangun proyek militer di Irian Jaya, Ujung Pandang sampai Ambon.

Seperti Liem yang bertemu Soeharto atau Bob bertemu Gatot Soebroto, Tommy, anak miskin yatim piatu itu beruntung mengenal Jenderal Tiopan Bernard (T.B.) Silalahi, mantan Sekjen Departemen
Pertambangan dan Energi serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Kabinet Pembangunan VI Soeharto.

Berkait Silalahi-yang hingga kini menjadi tokoh kunci dalam Grup Artha Graha-Tommy memulai bisnis dengan memperoleh order pembangunan barak-barak asrama militer di Irianjaya, ketika dia berusia 15 tahun. Di Irian itu pula dia berkenalan dengan Yorrys Raweyai, Ketua Pemuda Pancasila-sebuah organisasi yang dikenal memiliki hubungan khusus dengan militer.
Sejak mengenal Yayasan Kartika Eka Paksi, lewat PT Danayasa Arthatama yang didirikannya pada tahun 1989, masa keemasan Tommy pun tiba. Proyek raksasa kawasan Bisnis Sudirman yang dilahirkan Tommy dengan memakan investasi US $ 3,25 miliar itu bakal menjadi kawasan paling canggih dan diduga bakal meraup untung miliran juta dollar. Tommy pun merambah ke bisnis perdagagan, konstruks, properti, perhotelan, perbankan, transportasi, telekomunikasi sampai real estate.
Akibat kesuksesan kongsi inilah, Tommy andalan militer dalam hal cari dana. Bisnis Kartika Eka Paksi yang bertalian dengan Artha Graha menghasilkan keuntungan tak sedikit yang antara lain untuk menghidupi barak tentar di seluruh negeri dan kegiatan operasi militer.
Kisah kedigdayaan Tommy menuai kontroversi. Sejumlah patner dan pesaing bisnisnya, menuding Tommy memanfaatkan militer untuk memudahkannya berbisnis. Seperti dituding Effendi Ongko dari Bank Umum Majapahit Jaya atau kisah Hartono, muncikari keals nasional dalam proyek Planet Bali adalah kisah bagaimana cara Tommy mematahkan lawan bisnisnya.
Belakangan, terdengar kabar, bisnis remang-remang- sebutlah perjudian di sejumlah sudut di Jakarta- ataupun di sejumlah pulau di kawasan pulau seribu, terkait dengan Tommy Winata. Bisnis sampingan Tommy: perjudian, obat bius, dan penyelundupan sebagaimana dilansir sumber TEMPO di tahun 1999, mengatakan bahwa Tommy adalah satu dari sembilan tokoh ("Gang of Nine") dalam bisnis gelap itu-bisnis yang ada bahkan merajalela, tanpa aparat keamanan pernah bisa memberantasnya. Tokoh lain dalam bisnis ini, menurut sumber-sumber tadi, meliputi nama-nama seperti Yorrys sendiri, Edi "Porkas" Winata, dan Arie Sigit Soeharto.
Namun kepada TEMPO saat itu, Tommy menolak dengan tegas disebut Mafia. Ia juga menolak disebut-sebut sebagai tulang punggung kelompok ini.
Mantan presiden Abdurrahman Wahid pun dalam sebuah diskusi publik dengan terang-terangan menyebut bahwa Tommy adalah cukong dari bisnis perjudian di kawasan Pulau Ayer (di Kepulauan Seribu). Malah dirinya telah memerintahkan Kapolri saat itu Rusdihardjo dan Jaksa Agung Marzuki Darusman untuk menutup pulau itu dan menyita kapal pesiar yang digunakan untuk perjudian ditahan.
"Begitu juga saya dengar, di dekat situ ada kapal laut yang dipakai untuk berjudi. Lagi-lagi ini melanggar hukum, karena ada cukongnya, yaitu Saudara Tommy Winata. Saya minta kepada Jaksa Agung untuk menyita kapal itu dan menangkap Tommy Winata, karena ia melanggar hukum. " demikian Gus Dur.
Kini, ketika bisnis perjudian bakal dilegalkan dan dilokalisasi, nama Tommy kembali mencuat. Tak hanya soal bakal ditutupnya sejumlah tempat perjudian ilegal di sudut Jakarta, tetapi karena telah bertemu dengan Taufik Kiemas, suami Presiden Megawati dan Bupati Kepulauan Seribu, Abdul Kadir di sebuah pulau seribu.
Meski kepada Koran Tempo ia membantah membicarakan soal ini, namun toh pertanyaan publik tetap saja bakal menganggu. Kenapa pertemuan digelar di saat sejumlah investor - sebut Bupati Abdul Kadir telah melirik bisnis ini? wda dari berbagai sumber

1 komentar:

WarChief said...

Jangan lupa main Bola Tangkas di JokerMM.com!

 

They Rob Us: Indonesia

Corporate Crime

Followers

Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Edited by Triad